MALANG RAYA – Libur Lebaran benar-benar menjadi berkah bagi sejumlah tempat wisata di Malang Raya. Berdasarkan data dari lima pengelola tempat wisata, tercatat ada 391.939 wisatawan yang berkunjung.

Itu sejak 25 Juni hingga 2 Juli 2017. Lima pengelola itu adalah Jatim Park Group, Hawai Waterpark, Selecta, Taman Pemandian Wendit, dan PD Jasa Yasa. Dari jumlah wisatawan tersebut, pemasukan tiket yang diraup menembus angka Rp 16,6 miliar.

Direktur Utama Hawai Waterpark Malang Bambang Judo Utomo menyampaikan, jumlah pengunjung pada hari H Lebaran (25 Juni) masih 1.519 orang. Namun, memasuki hari kedua setelah Lebaran hingga kemarin (2/7), jumlah pengunjung terus merangkak naik. Totalnya menembus 40.488 wisatawan. Artinya, tahun ini ada peningkatan jumlah pengunjung sekitar 10 persen.

”Tanggal 26 Juni saja, ada 4.667 pengunjung,” terang Bambang kemarin.

Taman wisata yang terletak di Jalan Graha Kencana Raya, Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang, imbuh Bambang, memang telah menjadi ikon wisata baru. Salah satu daya tarik wisatawan adalah tsunami raksasa dan twister robotic (wahana 10 dimensi).

Menjelang Lebaran lalu, pengelola telah menambah wisata malam berupa Malang Night Paradise (MNP). Di MNP, pengunjung disuguhi lampion warna-warni dengan beragam bentuk. Selain itu, ada Taman Dinosaurus yang bisa digunakan sebagai tempat pembelajaran. Meskipun terbilang baru, rupanya taman tersebut cukup menarik perhatian para pengunjung.

”Wisatawan paling banyak justru yang wisata malam. Mereka suka taman lampionnya,” ujar Bambang.

Salah satu pengunjung Hawai Waterpark, Roris Puspita Dewi, 41, saat ditemui mengaku jika dirinya baru kali pertama mengunjungi taman wisata tersebut. Dia mengajak lima saudaranya untuk melihat wisata air tersebut.

”Dapat referensi dari saudara. Mereka pingin berenang,” ujar perempuan asal Jakarta tersebut.

Menurut dia, wahana yang disediakan cukup bagus. Bahkan, beberapa wahana juga belum pernah dia jumpai sebelumnya, seperti seluncuran air raksasa berwarna pelangi. Roris juga memberikan apresiasi kepada pengelola wisata karena menerapkan sistem pengecekan keamanan makanan dan minuman sebelum memasuki lokasi.

”Hal itu merupakan kemajuan dari tempat wisata sehingga tidak menimbulkan sampah yang bukan dari lokasi wisata tersebut,” ujarnya.

Pengunjung lain, Aprilina Indira Laksmi, 41, mengaku penasaran untuk melihat atraksi air. ”Anak-anak minta ke sini. Tempatnya bagus, banyak area atraksi juga,” ujar perempuan asal Jakarta tersebut.

Sementara masa panen pendapatan juga dialami Jatim Park Group. Dari enam tempat wisata yang dikelola Jatim Park Group ini, rata-rata per hari dikunjungi 15 ribu orang. Sejak Lebaran hingga kemarin, pengunjung menembus sekitar 105 ribu orang.

Marketing and Public Relations Manager Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyanto menyatakan, dibandingkan dengan Lebaran 2016, jumlah wisatawan sedikit mengalami penurunan. ”Tahun lalu masih di atas 15 ribuan per hari,” kata Titik.

Menurut dia, ada beberapa alasan kenapa terjadi penurunan pengunjung sekitar 10–20 persen tersebut. Pertama, kata dia, kemungkinan penyebabnya karena berbarengan dengan anak-anak yang masuk sekolah.

”Kedua, banyak objek wisata di Malang Raya. Di Batu ada Coban Rais, Coban Talun, dan wisata alam lain. Itu menarik perhatian pengunjung,” ujarnya.

Di sisi lain, dirinya merasa senang karena di Malang Raya semakin banyak pilihan untuk berwisata. Hal itu membuat roda ekonomi secara menyeluruh bisa terangkat lewat dunia pariwisata. ”Itu menunjukkan jika Malang Raya sudah menjadi pusat wisata,” ucapnya.

Tempat wisata yang dikelola PD Jasa Yasa Kabupaten Malang juga tak mau kalah. Selama Lebaran hingga kemarin, dari lima tempat wisata di bawah pengelolaan PD Jasa Yasa, tercatat ada 71.862 pengunjung.

Lima tempat wisata itu yakni Pantai Balekambang (57.389 pengunjung), Pantai Ngliyep (10.792 pengunjung), Pemandian Metro (1.510 pengunjung), Pemandian Dewi Sri Pujon (992 pengunjung), dan Pemandian Sumber Waras Lawang (1.179 pengunjung). Total pendapatan dari lima wisata itu sekitar Rp 1,047 miliar.

Direktur Usaha PD Jasa Yasa Kabupaten Malang Ahmad Faiz Wildan menjelaskan, jumlah kunjungan tersebut masih belum sesuai target. Tepatnya baru 50 persen saja. ”Di Pantai Balekambang target kami ada 100 ribu pengunjung, sedangkan di Ngliyep 12 ribu orang,” terang Wildan.

Namun, Wildan optimistis jika target itu bisa tercapai di masa musim Lebaran ini karena masih ada waktu seminggu lagi untuk mendongkrak jumlah kunjungan. ”Diperkirakan akan mencapai target hingga H+12 Lebaran,” ungkap alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Optimisme Wildan memang cukup beralasan. Pasalnya, saat ini di tempat wisata di bawah pengelolaan PD Jasa Yasa semakin dipercantik. Seperti pembangunan spot foto sampai penambahan beragam fasilitas. Termasuk adanya ketersediaan listrik di Pantai Ngliyep maupun gazebo.

”Dulu tidak ada, sekarang sudah gemerlap, kami sudah mengatur aliran listriknya. Jadi bisa dinikmati juga saat malam hari,” katanya.

Dia menjelaskan, Pantai Ngliyep juga mempunyai spot foto yang menarik.

”Sebenarnya kalau pantai itu yang menarik ya di Ngliyep, saat siang hari bagus. Kalau malam hari bagi yang hobi foto milkyway bisa mencari gugusan bintang yang bagus,” katanya. Pantainya, lanjut Wildan, juga aman dan bisa dinikmati mulai usia anak-anak hingga orang tua.

Gunawan Purwadi, manajer Taman Wisata Wendit, menambahkan, ada kenaikan jumlah pengunjung pada tahun ini. Jika dibanding tahun lalu, jumlah pengunjung tahun ini naik 11% lebih. Sedangkan memasuki musim liburan Lebaran tahun ini, rata-rata pengunjung mencapai 5.200 orang per hari. Malahan, puncak dari kenaikan pengunjung terjadi pada H+7 Lebaran ini.

”Hari ini (kemarin) pengunjung mencapai 8.000 orang lebih,” ujar alumnus Teknik Sipil UB tahun 1982 itu.

Gunawan memprediksi, tingginya angka pengunjung tersebut masih bisa bertahan hingga seminggu ke depan. Pasalnya, pengunjung akhir-akhir ini baru berasal dari Malang Raya saja. Sedangkan dari pengalaman sebelumnya, pengunjung berdatangan dari luar kota. Gunawan menyebutkan bahwa warga luar kota seperti dari Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Tuban, dan Lamongan menjadi pelanggan setia setiap tahunnya.

”Sebab, orang-orang dari luar kota tersebut sukanya datang ke wisata religi dulu, seperti ke Masjid Tiban Turen. Baru setelah itu mereka mampir ke Wendit. Biasanya satu paket seperti itu,” tandas pria asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah tersebut.

Pewarta: Fisca Tanjung, Aris Dwi & Nurmansah Wira
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi LIndawati
Grafis: Yudho Asmoro