Di hari ketiga, rute yang ditempuh adalah Kota Siena menuju ke Pelabuhan Ancona. Selanjutnya, menyeberang ke Kroasia. Selama 12 jam, Heri Cahyono bermalam di kapal
Ferry, membelah Laut Adriatik.

DARI Kota Siena, dari vila tempat kami menginap, keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan. Kami putuskan untuk berangkat pukul 09.00 waktu setempat. Kami menuju ke pusat Kota Siena. Di sana kami ke sebuah kompleks yang mirip dengan kompleks di Menara Pisa. Yakni ke Duomo Katedral. Ini merupakan gereja induk Kota Siena yang dikelilingi bangunan kuno khas Italia.

Tempat ini sangat eksotis. Bahkan menurut saya, lebih eksotis dari kompleks Menara
Pisa. Di tempat ini hampir seluruh bangunan utuh terjaga. Berbagai macam cenderamata
dijual dengan penataan yang rapi di sepanjang bangunan sekelilingnya.

Duomo Katedral Siena telah menarik wisatawan mancanegara. Hanya ada satu yang kurang di sini. Yakni nggak ada tempat parkir untuk motor. Beruntung kami ditolong oleh rider lokal di Siena yang rela mengantarkan kami lewat jalur belakang untuk mendapatkan tempat parkir.

Untuk menikmati kompleks Duomo ini kami harus berjalan kaki. Lumayan. Apalagi kami berjalan kaki sambil menenteng peralatan riding yang menempel di badan. Helm pun harus kami bawa. Karena di Italia, sangat tidak aman jika helm ditinggal di motor.

Setelah puas berjalan-jalan di kompleks Duomo Siena, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Ancona. Perjalanan hari itu juga akan melewati daerah Urbino, tempat kelahiran sang Doktor Valentino Rossi.

Hari itu, kami merencanakan untuk menempuh perjalanan sekitar 360 kilometer. Seharusnya kami melewati negara Republic San Marino. Tetapi untuk berjaga supaya tepat waktu tiba di Pelabuhan Ancona, terpaksa kami menggunakan jalan by pass lainnya.

Sebagai info, di dalam negara Italia terdapat 2 negara kecil. Yakni Vatikan di Kota Roma
dan San Marino di perbatasan Provinsi Rimini dan Pesaro. Kontur dan suasana perjalanan
hari ketiga ini hampir mirip seperti hari kedua. Bedanya agak sedikit panas karena mendekati Pelabuhan Ancona. Di sini kami harus berjalan bersebelahan dengan garis pantai yang cukup panjang. Tapi panasnya di Italia ini jangan dikira seperti di Indonesia.

Di Italia, suhunya pada kisaran 26 derajat Celcius. Itu pun sudah paling top panasnya.
Kami tiba di Pelabuhan Ancona sekitar pukul 5 sore. Road captain mengurus tiket yang dibeli elektronik sebelumnya. Pelabuhan Ancona adalah Pelabuhan Ferry yang cukup ternama di Italia selain PelabuhanVenesia.

PelabuhanAncona 1-2 kelas di atas pelabuhan laut di Indonesia. Di sini tempatnya bersih dan teratur. Di Ancona kami berjumpa dengan rider dari berbagai negara. Sebagian besar sama tujuannya, yaitu menuju ke Kota Split di Kroasia. Jam 6 sore, kami diizinkan
untuk loading, memasuki kapal. Tempat parkir ditentukan oleh petugas. Hampir mirip seperti penyeberangan laut pada umum nya di Indonesia. Bedanya di sini petugas pegang
kendali sepenuhnya, tak peduli siapa penumpangnya.

Setelah merapikan motor dan mengemasi barang-barang di areal parkir kapal, kami diarahkan menaiki lantai yang akan menjadi tempat menginap. Tiket kami termasuk kamar
dengan kapasitas double bed bersusun. Mirip asrama. Tetapi jangan ditanya kebersihannya. Meski sempit, kondisi kamarnya sangat bersih dan nyaman. Bagi
riders, penginapan seperti ini sudah termasuk istimewa.

Temaram mulai menyelimuti Pelabuhan Ancona. Kami menghabiskan waktu berfoto
ria di geladak paling atas Ferry yang kami tumpangi sambil menyaksikan keindahan
kota pelabuhan yang secantik namanya: Ancona.

Pukul 19.30, Ferry mulai bergerak meninggalkan pelabuhan. Suara mesin kapal nyaris tak
terdengar. Berganti dengan senda gurau teman-teman yang menikmati hidangan di restoran. Selain ada resto, di kapal ini dilengkapi dengan supermarket yang buka
24 jam. Sebuah fasilitas full services yang disajikan.

Hari itu kami menginap di atas lautan. Sebuah laut yang dulunya hanya kami kenal di peta
saat di sekolahan: Laut Adriatik, yang memisahkan Italia dengan negara-negara Balkan.
Kami menempuh jalur laut dengan Ferry itu selama 12 jam menuju ke Kota Split di Kroasia. Selamat tinggal Ancona. Selamat tinggal Italia. (bersambung)

Source link