MEDAN – Soal Akses, memang terus menjadi perhatian Menpar Arief Yahya. Selain Atraksi dan Amenitas, yang terus menjadi pekerjaan rumah dalam pengembangan destinasi pariwisata nasional. “Ketiganya harus komplit, tanpa 3A, kita tidak bisa bersaing,” kata Arief Yahya.
Soal akses, itu menyangkut 3A lagi, yakni airport, airlines, dan airnav atau authority. Soal akses pula, dari Sumatera Utara (Sumut) ke Jogjakarta dan sebaliknya bakal makin gampang. Pasalnya, Citilink Indonesia akan membuka rute baru Kualanamu-Jogjakarta pada 20 September mendatang.
Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan, selain bagian dari ekspansi bisnis, pembukaan rute baru itu juga untuk mendukung pariwisata tanah air.
Menurut Juliandra, Citilink berkomitmen membantu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga 2019.
“Jogjakarta merupakan salah satu destinasi yang penting dalam peta pariwisata nasional. Penerbangan langsung ini bisa mempercepat realisasi target pemerintah dan diharapkan menjadikan Jogjakarta sebagai kontributor utama dalam pencapaian target tersebut,” kata Juliandra saat peluncuran rute baru di Hotel Tentrem, Jogjakarta, Jumat (8/9).
Dia menambahkan, Sumut dan Jogjakarta memiliki arti penting bagi pariwisata Indonesia.
Sumut memiliki Danau Toba yang masuk dalam 10 Bali Baru.
Sementara itu, Jogjakarta hanya selemparan batu dari Candi Borobudur di Magelang yang juga masuk 10 Bali Baru. Delapan destinasi lain yang masuk 10 Bali Baru adalah Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, dan Labuan Bajo.
“Penerbangan langsung ini diharapkan mampu memperkuat posisi penting kedua wilayah yang sama-sama giat membangun dengan menghubungkan pusat perekonomian, pariwisata, dan pusat pendidikan yang ada di kedua daerah dan juga konektivitas nusantara,” kata Juliandra.
Penerbangan langsung rute Medan-Jogjakarta menggunakan pesawat Airbus A320 Neo berkapasitas 180 penumpang. Penerbangan dari Medan dengan kode QG 980 akan ditempuh selama tiga jam lima menit.
Pesawat akan terbang dari Medan pukul 12:00 WIB dan tiba di Jogjakarta pada 15:05 WIB.
Sementara itu, penerbangan dari Jogjakarta dengan nomor QG 981 memakan waktu dua jam 55 menit.
Pesawat berangkat dari Jogjakarta pukul 15:55 WIB dan tiba di Medan pada 18:50 WIB.
“Citilink optimistis bisa mencapai target rata-rata tingkat keterisian kursi (seat load factor/SLF) minimal sebesar 85 persen pada rute penerbangan ini,” kata Juliandra.
Terkait market share, Juliandra optimistis Citilink bisa meraih target 55 persen dari pasar yang sudah ada. (*)