Warga membersihkan bungker di kawasan Hutan Torong, Songgoriti, untuk dijadikan tempat wisata, kemarin (22/9).

MALANG KOTA – Satu lagi wisata peninggalan sejarah bakal hadir di Kota Batu. Setelah sebelumnya wisata gua di Desa Gunungsari yang dieksplorasi, kini segera menyusul wisata bungker. Tempat persembunyian yang terletak di kawasan Songgoriti, Songgokerto, Kota Batu, itu bakal segera dirilis sebagai destinasi wisata baru.

Peninggalan sejarah di masa penjajahan Jepang itu terletak di dalam kawasan Hutan Torong, Songgoriti. ”Sekarang ini akan diperbaiki untuk dijadikan tempat wisata,” kata Ketua RW 1 Songgoriti Sukarno kemarin (22/9).

Dia menjelaskan, sebenarnya warga sempat membersihkan bungker tersebut dari rerimbunan tanaman rumput. Namun, karena tidak ada kelanjutannya, akhirnya bungker kembali tertutup dan tidak terawat.

Menurutnya, peninggalan itu akan dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Warga dan sejumlah tokoh masyarakat juga sudah sepakat untuk menjadikan bungker itu sebagai destinasi wisata baru.

Menurutnya, kehadiran destinasi wisata baru itu penting, karena saat ini kondisi kawasan Songgoriti sedang tidak diminati. Padahal, pada tahun 80 hingga 90-an lalu Songgoriti sempat menjadi primadona dalam bidang wisata. Namun, karena saat ini banyak destinasi wisata baru bermunculan di Kota Batu, akhirnya secara perlahan Songgoriti mulai ditinggalkan.

Sementara itu, Koordinator Candi dan Situs Malang Raya Hariyoto menambahkan, dibukanya bungker Jepang tersebut bisa membuat pengunjung mengekspos peninggalan sejarah. ”Nanti dipugar. Kemudian bisa dibuat ada gembok cintanya,” kata dia.

Untuk saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan masyarakat sekitar. Rencananya akan dilakukan pemugaran setelah bulan Suro.

Pewarta: Fisca Tanjung
Penyunting: Ahmad Yahya
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto