SINGOSARI – Semakin banyaknya ajang internasional yang diadakan di Kabupaten Malang bakal menjadi gerbang masuk wisatawan. Seperti gelaran Indonesia Supermoto Championship (ISC) yang dihelat mulai hari ini (7/10) hingga Minggu (8/10). Dengan mendatangkan para rider dari mancanegara, potensi wisata Kabupaten Malang akan terangkat.

”Peluang menjual wisata Kabupaten Malang tidak hanya di tingkat lokal atau nasional. Sekarang sudah harus mengarah untuk wisatawan internasional,” ucap Wakil Bupati Malang H M. Sanusi dalam sambutannya saat press conference ISC di pelataran Candi Singhasari (Singosari) kemarin (6/10).

”Kalau lokal sudah biasa, yang dibidik harus kunjungan internasional. Supermoto ini hanya gerbangnya, masih banyak agenda lainnya,” terangnya.

Ya, selain ajang tahunan Supermoto, Pemkab Malang telah menjadwalkan Malang Beach Festival sebagai rangkaian HUT ke-157 Kabupaten Malang. Memanfaatkan pesisir Pantai Malang Selatan, serangkaian acara telah disiapkan. Mulai lomba lukis, lomba layang-layang, paralayang, dayung, jet ski, surfing, kirab budaya, rekor Muri Tari bapang, hingga marathon beach. Tak hanya potensi pantai, wisata sejarah juga menjadi salah satu destinasi wisata andalan.

”Kalau gerbangnya sudah dibuka, tinggal disuguhkan semua yang dipunyai. Mulai dari wisata pantai, gunung, budaya maupun sejarah,” katanya.

Apalagi, dengan ditetapkannya Bromo Tengger Semeru (BTS) sebagai 10 destinasi wisata andalan, Sanusi menambahkan, jelas menjadi keuntungan yang luar biasa bagi Kabupaten Malang.

”Pemerintah sedang gencar mengenalkan wisata Kabupaten Malang. Nanti juga dibarengi dengan peningkatan akses menuju wisata-wisata andalan yang ada,” tukas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menegaskan, sejatinya daya tarik pariwisata yang tak pernah mati adalah kebudayaan.

Apalagi, Kabupaten Malang memiliki potensi sangat besar. Candi Singhasari misalnya, bangunan tersebut bukan hanya peninggalan besar Raja Kertanegara semata. Namun, juga cikal bakal lahirnya Kabupaten Malang.

”Itu salah satunya kenapa publik internasional (tim dan rider Supermoto) digiring ke sini (Candi Singhasari),” kata dia.

Harapannya, para rider yang berasal dari Asia, Australia, dan Eropa tersebut bisa membawa kenangan indah tentang wisata budaya Kabupaten Malang.

”Tahun lalu pantai, sekarang candi. Ini salah satu upaya mengenalkan pariwisata kabupaten yang seutuhnya kepada publik dunia,” tambah mantan kepala Dispora Kabupaten Malang ini.

Pewarta: Hafis Iqbal
Penyunting: Neny Fitrin
Copy editor: Indah Setyowati
Foto: Falahi Mubarok