JAKARTA – Langit Banyuwangi makin semarak. Setelah NAM Air yang membuka direct flight Jakarta-Banyuwangi, mulai 21 Agustus nanti, giliran Garuda Indonesia yang ikutan nimbrung terbang ke Bumi Blambangan. Penerbangan Jakarta-Banyuwangi akan dilayani satu kali dalam sehari (kecuali hari Minggu) dengan menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 NextGen berkapasitas 96 tempat duduk dengan semua kelas ekonomi.

Bidikan baru Garuda Indonesia ini akan membuat gairan Pariwisata Banyuwangi semakin kuat. Dari paparan Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury, rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi ini ditujukan untuk memudahkan mobilitas dan akses wisatawan. Semuanya bisa langsung digiring menikmati keindahan alam dan culture Banyuwangi tanpa harus ke Surabaya terlebih dahulu.

“Ini agar wisatawan juga dapat mengeksplor kota-kota lain di sekitar Banyuwangi. Antara lain Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo dan Lumajang. Banyuwangi merupakan kota keempat di Provinsi Jawa Timur yang kami layani setelah kota Surabaya, Malang dan Jember. Kami harap dengan banyaknya pilihan rute ke berbagai kota di Jawa Timur tersebut akan semakin menggerakkan dan meningkatkan ekonomi lokal,” jelas Pahala, Selasa (1/8).

Penerbangan Jakarta-Banyuwangi tersebut melengkapi rute penerbangan Banyuwangi – Denpasar (via Surabaya) yang sebelumnya telah dilayani. Penerbangan dari Jakarta menuju Banyuwangi akan dilayani dengan pesawat bernomor GA 264 yang berangkat dari Jakarta (Bandar Udara Soekarno-Hatta) pukul 14.15 WIB, dan tiba di Banyuwangi (Bandar Udara Blimbingsari) pukul 15.55 WIB.

Kemudian penerbangan dari Banyuwangi menuju Jakarta akan dilayani dengan pesawat GA 265 yang akan berangkat dari Banyuwangi pada pukul 17.00 WIB, dan akan tiba di Jakarta pada pukul 18.40 WIB. Tapi khusus dari Banyuwangi menuju Jakarta, penerbangan hari Kamis dan Minggu sementara ditiadakan.

“Di 2016 saja, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Banyuwangi mencapai 60.000 orang, sementara untuk wisatawan nusantara sekitar 2 juta orang. Dengan dibukanya rute Jakarta-Banyuwangi akan semakin meningkatkan serta mengembangkan potensi wisata di kota yang dijuluki The Sunrise of Java ini,” jelas Pahala.

Sebelumnya, Garuda Indonesia juga telah melayani penerbangan ke Banyuwangi, yaitu Surabaya-Banyuwangi vv yang dilayani dua kali dalam setiap harinya dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 tempat duduk (Economy Class).

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut pembukaan rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi ini seperti membuka pintu pasar terbesar pariwisata nusantara, yakni Jakarta. Untuk wisnus leisure, Jakarta punya daya beli terbesar di tanah air. Sementara Banyuwangi punya opportunity besar, untuk membangun pariwisatanya semakin bersinar. “Terima kasih Garuda Indonesia, terima kasih Pak Menhub Budi Karya!” ucap Menpar Arief Yahya.

Menteri Arief menjelaskan, ada sekitar 150 orang yang akan dilatih khusus. Yang termasuk frontliners Petugas Bandara Blimbingsari, Banyuwangi dan Bandara Jember, petugas Hotel Banyuwangi, dan masyarakat/asosiasi/pelaku usaha wisata di Ijen seperti transportasi dan akomodasi di sekitar Ijen.

Menurut Arief, yang mencetuskan teori 3A, Airlines, Airports, Authority Airnav itu, penambahan jumlah penerbangan ke Banyuwangi ini juga salah satu bagian dari sukses Rakornas I/2017 Hotel Borobudiur, Jakarta yang temanya Indonesia Incorporated: Air Connectivity.

Rakornas itu mempertautkan kepentingan pariwisata, airlines, airports, airnavigation authority, masyarakat dan pemerintah daerah. “Semua unsur Pentahelix ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media) bisa bergerak oleh aktivitas pariwisata yang makin kuat,” jelas pria yang juga berasal dari Banyuwangi ini. (*)