Suasana sore di Jazz Gunung Bromo 2017.

Tahun ini merupakan kali kesembilan Jazz Gunung Bromo 2017 digelar. Masih sama seperti sebelumnya, event tahunan ini bertempat di Jiwa Jawa Bromo, Sukapura Probolinggo.

Akses menuju venue cukup mudah. Bisa melalui Probolinggo atau Malang. Namun jika ingin membawa mobil pribadi, lebih baik melewati Probolinggo. Sebab, jalur dari Malang mewajibkan pengunjung untuk menyewa jeep. Melihat padang pasir menjadi medan yang harus dilalui jika ingin sampai ke Sukapura melalui jalur Malang.

Karena event berlangsung selama dua hari, penginapan lebih baik dipersiapkan jauh-jauh hari. Sebab, jumlah wisatawan ke Bromo akan membludak dan mencari penginapan tak lagi mudah. Meskipun banyak warga yang menyediakan rumahnya untuk disewakan harian.

Terkait penampil, setiap tahun Jazz Gunung Bromo selalu menghadirkan musisi yang berbeda. Untuk tahun ini, beberapa deretan bintang ikut menyemarakkan acara.

Di hari pertama, ada Surabaya All Star, Paul McCandless & Charged Particles, Monita Tahalea, Dewa Budjana dan Maliq & D’Essentials. Sedangkan hari kedua, ada Sono Seni Ensambel, Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi, Indra Lesmana Keytar Trio, Ring Of Fire Feat Soimah & Idang Rasjidi, dan Gleen Fredly.

Mayoritas pengisi acara tampil menggunakan pakaian tebal dan berwarna terang. Begitupun dengan para penonton. Topi gunung, sarung tangan dan syal seolah wajib dikenakan jika tak ingin menggigil kedinginan.

Namun, iringan lagu dan gerakan atraktif dari para penampil, mampu menghipnotis ribuan penonton. Tak jarang mereka berlonjak riang bahagia menikmati iringan lagu, meski semua penonton mendapat jatah tempat duduk sesuai tiket yang dibeli. Udara yang dinginpun tak terasa menusuk lagi berkat kehangatan Jazz Gunung Bromo.

Di tengah acara, kabar baik datang dari salah satu founder Jazz Gunung Bromo, Sigit Pramono. Bankir kenamaan itu menginfokan bahwa Jazz Gunung Bromo 2018 akan diselenggarakan selama tiga hari.

Mempertimbangkan jumlah penonton yang terus bertambah. Sementara tidak bisa lagi menambah kapasitas kursi di venue acara. Kabar inipun disambut tepuk tangan riuh dari para Jamaah Aljazziah, sebutan untuk para penikmat Jazz Gunung Bromo.

Oleh: Lizya Oktavia Kristanti