Jembatan Mbah Demang di Kelurahan Penanggungan, Kota Malang, ini dihias dengan payung warna-warni.

MALANG KOTA – Satu lagi kampung wisata hadir di Kota Malang. Setelah adanya Kampung Warna-Warni Jodipan, Kelurahan Jodipan; Kampung Tridi, Kelurahan Kesatrian; dan Kampung Seribu Payung, Kelurahan Pandanwangi; kini hadir lagi Kampung Bening di Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Di Kampung Bening, warga menghias Jembatan Mbah Demang yang berlokasi di RT 6, RW 5, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, dengan hiasan payung berwarna-warni. Hiasan itu menjadi objek berfoto bagi pejalan kaki yang melintas. Dengan dihias, jembatan yang berada di atas Sungai Brantas tersebut menambah destinasi wisata kampung tematik di Kota Malang.

Untuk menuju Jembatan Mbah Demang, masyarakat harus melewati Jalan Mayjen Panjaitan atau Betek, lalu masuk di gang 18, Kelurahan Penanggungan. Jembatan tersebut tak hanya dilalui pejalan kaki, tapi juga pengendara sepeda motor.

Saat melintas di jembatan itu, pengendara sepeda motor harus turun dan mendorong motornya agar tetap aman ketika melewati jembatan ini. Warga menggunakan jembatan tersebut untuk penghubung antara Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru.

Ketua RT 6 Kelurahan Penanggungan Karya Dianto Rakenan menyatakan, pemasangan hiasan payung dilakukan pada Minggu lalu (12/11). Payung tersebut merupakan hasil swadaya dengan seluruh warga untuk menghias jembatan yang dibangun sekitar tahun 1990-an itu.

”Kami bukan berniat menyaingi Kampung Seribu Payung di Lowokpadak, Pandanwangi, Blimbing, tapi kalau kampung kami sudah dikonsep Kampung Bening,” kata pria yang akrab disapa Dodik ini.

Hanya, untuk hiasan dipilih payung berwarna-warni agar terlihat menarik. Dia menambahkan, untuk pemasangan hiasan dilakukan bersama pemuda kampung. Dia menggunakan kawat sebagai tempat memasang payung agar kuat berada di atas jembatan.

”Saya hitung ada sekitar lebih dari 100 payung,” kata pria yang bekerja di koperasi ini.

Dalam waktu dekat, jalan yang menuju jembatan ini, mulai dari pintu masuk gang, akan dihiasi payung berwarna-warni juga. ”Pemuda yang tergabung di karang taruna juga sangat kompak untuk menghias kampung ini,” kata dia.

Tak hanya itu, Dodik dan warga lainnya sudah membeli cat minyak dengan beragam warna untuk mengecat jembatan yang sekarang tampak dominan dengan warna biru itu. Menurut dia, cat warna-warni akan membuat jembatan ini lebih indah.

”Pada besi-besi jembatan sepanjang 100 meter ini akan kami pasang banyak lampu. Jadi, kalau masyarakat berkunjung saat malam hari tetap terlihat menarik,” kata Dodik.

Kampungnya juga akan dipermak dengan membuat tempat berfoto. Dodik menjelaskan, ada tanah wakaf yang rencananya akan dibangun musala, tapi hingga kini belum terbangun.

”Kami kesulitan mencari dana. Nanti akan kami buat tempat berfoto, pengunjung bisa memberikan sumbangan secara sukarela. Dan, uang itu nanti akan digunakan warga untuk membangun musala,” terang Dodik.

Lalu, Dodik menceritakan, Kampung Bening itu sudah dikonsep di Kelurahan Penanggungan, yakni ada 3 kampung tematik. Yaitu, Kampung Religi, Kampung Gerabah, dan Kampung Bening. ”RT kami termasuk di Kampung Bening karena ada beberapa sumber mata air yang dimanfaatkan warga,” pungkasnya.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto