Destinasi-destinasi ini dipersembahkan Kemenpar bagi para pecinta diving dan petualangan ekstrim.”11 destinasi wisata bahari yang kita perkenalkan yaitu Sabang, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Alor, Togean, Wakatobi, Bunaken dan Lembeh, Derawan, Raja Ampat dan Banda.

Tempat-tempat ini sangat cocok bagi yang suka menyelam,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Pameran, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Diana Tikupasang.

Diana menjelaskan, dalam acara tersebut Kemenpar menempati C21 dengan booth berukuran 6m x 6m (36 m2) di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC). Nampak ramai pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh destinasi-destinasi wisata bahari yang dipromosikan.

“Kenapa Deep & Extreme Indonesia ini strategis? Karena event ini mampu bertransformasi menjadi agrnda bertaraf internasional dalam industri diving, outdoor, adventure, wisata bahari dan wisata alam. Jadi harus bimaksimalkan promosinya,” kata Esthy yang juga diamini Diana.

Selain itu, imbuh Diana, Kemenpar juga memfasilitasi paket Fullday Meeting dan Table Top untuk 100 orang yaitu 34 buyer dari Korea, China, Malaysia, Singapore, Thailand dan 60 seller dari industry diving di Indonesia.

Deep & Extreme Indonesia juga dimeriahkan International Underwater Photo Competition, Lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, Scubex ate Scuba Experience, Seminar & workshop, dan Talkshow.

Diana menjelaskan, luas wilayah kelautan Indonesia yang besar dan bentangan lebih dari 18.000 pulau merangkai garis pantai sepanjang kurang lebih 60.000 KM. Ini merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

“Potensi yang besar tersebut telah membuktikan potensi Indonesia sudah cukup dikenal oleh dunia Internasional. Terutama untuk kegiatan wisata bahari, selam dan olah raga perairan,” kata Diana.

Esthy juga berharap, Deep & Extreme Indonesia bisa sejajar dengan pameran serupa menggangkat industri terkait yang telah lama diselengarakan oleh berbagai negara tetangga seperti Asia Dive Expo di Singapura dan Thailand, Malaysia Dive Expo, China Dive Expo dan beberapa negara di Eropa dan Amerika.

Untuk informasi, event ini dihadiri para operator wisata selam dan wisata bahari dari seluruh Indonesia, para distributor peralatan selam dan aksesories dari dalam dan luar negeri, serta beberapa komunitas terkait dengan konservasi bawah laut.

Ada lebih dari 100 booth yang menawarkan beragam potensi wisata bahari dan wisata ekstrem lainnya. Terdapat pula booth dari pemerintah-pemerintah daerah yang turut mendukung sekaligus mempromosikan potensi wisata alam yang mereka miliki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki puluhan spot menyelam yang terkenal seperti Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Syahrir Batu Kapal, Pulau Hatta, serta Pulau Ai, semuanya indah.

Bukan itu saja, Indonesia juga memiliki 20 titik penyelaman di Bunaken – Sulawesi Utara, Taman Nasional Wakatobi, 88 titik penyelaman di Selat Lembeh – Sulawesi Utara serta tiga spot diving di Pulau Weh – Aceh.

Sejumlah titik penyelaman yang tersebar di Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinci -NTT, 50 titik menyelam laut Alor, 28 titik penyelaman di Derawan, spot diving di Teluk Cenderawasih dan Raja Ampat, juga sangat-sangat indah.

Mantan Direktur Telkom itu juga menmbahkan bahwa lokasi perairan Indonesia yang merupakan pusat dari Corral Triangle, hingga fauna-fauna yang unik dan langka, semua dimiliki Indonesia.

“Indonesia merupakan pilihan yang tepat untuk tujuan wisata diving. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari belasan ribu pulau serta merupakan pusat dari corral reef triangle yang memiliki berbagai lokasi diving berpanorama indah dan unik,” kata Menpar Arief Yahya.(*)