JAKARTA – Ajang Kemilau Indonesia Photo Contest (KIPC) 2017 sukses menjaring ratusan karya foto terbaik berlatar belakang panorama keren dari 10 Destinasi Prioritas. Hasilnya? Tiga karya foto berlatar belakang Kepulauan Seribu, Labuan Bajo dan Danau Toba, menjadi pemenangnya.

Karya Sofyan Efendi bertema “Pesona Pulau Macan” di Kepulauan Seribu tampil sebagai juaranya. Gelar runner up disambar Ares Jonekson Saragi dengan tema “Damai di Danau Toba”. Sementara peringkat III dihuni Muhammad Aziz Rifai dengan tema”Indahnya Tanah Airku” yang menggambarkan golden sunset di Pulau Padar, Labuan Bajo.

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara, mengapresiasi kesuksesan gelaran lomba foto yang mengangkat tema 10 Bali Baru tersebut. Dia mengatakan, ajang tersebut merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan 10 destinasi prioritas atau biasa disebut 10 Bali baru yang dicanangkan Kemenpar.

“Peran media dan para fotografer merupakan ujung tombak pariwisata Indonesia. Unsur Penthahelix ini menjadi bagian penting untuk memajukan Pariwisata termasuk 10 Bali Baru. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri karena gambar atau visual sangat berarti bagi Pariwisata,” ujar Ukus Kuswara, Kamis (11/5).

Daya tarik KIPC 2017 memang sangat tinggi. Seluruh 10 Bali Baru dieksplor, direkam, diabadikan dari berbagai angle. Panorama Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Belitung, Tanjung Lesung
di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta serta Borobudur di Jawa Tengah, terlihat makin wow.

Teknik-teknik mumpun bercitarasa tinggi juga ikut menghiasi karya-karya foto berlatar belakang Kawasan Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). Semua terlihat anggun di KIPC 2017. “Ini akan makin menaikkan pamor pariwisata Indonesia, juga menaikkan kepercayaan diri untuk berbuat yang lebih hebat lagi. Apalagi yang diabadikan adalah destinasi wisata yang world class semua,” kata Ukus.

Sementara itu, Ketua Forwapar Fatkhurrohim mengatakan, selama KIPC 2017 berlangsung, panitia berhasil menjaring 757 foto yang masuk melalui email yang disediakan. “Peserta rata-rata mengirimkan karya dengan latar 10 Bali Baru yang dipersyaratkan,” kata Fatkhurrohim.

Lebih lanjut, Pria yang akrab disapa Fatoer ini menjelaskan, tercatat karya yang lolos dan memenuhi persyaratan dan ketentuan pada tahap awal yakni sebanyak 89 karya foto.

“Juaranya diraih Sofyan Efendi dengan tema “Pesona Pulau Macan.” Runner up diraih Ares Jonekson Saragi dengan tema “Damai di Danau Toba.” Peringkat tiga diraih Muhammad Aziz Rifai dengan tema”Indahnya Tanah Airku” yang menggambarkan golden sunset di Pulau Padar,” ujarnya.

Berbagai foto mengenai keindahan alam, objek wisata, human interest berebut menaklukan hati para juri. Dan 50 karya foto terbaik yang layak pamer, langsung dipajang berbarengan dengan Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) di JCC, 11-14 Mei.

Ketua Tim Juri KIPC 2017 Dodi Sandaradi mengatakan, secara umum karya foto yang masuk dalam KIPC 2017 sangat bervariasi. Namun untuk juara 1 memiliki berbagai kelebihan dari mulai obyek fotografi dan teknik yang sangat menarik.

“Pemenang pertama ini sesuai dengan tema mengenai objek-objek yang harus dimunculkan lagi selain Bali, yakni di Kepulauan Seribu. Memang sebagian orang sudah mengenal tetapi masih banyak spot-spot baru dan
belum dikenal orang. Foto ini mempromosikan objek-objek wisata yang ada di Pulau Seribu,” katanya.

Karya pemenang tersebut, lanjut Dodi, dianggap memiliki komposisi foto yang simpel tetapi kuat untuk membuat siapapun terbawa suasana ke dalamnya. Foto tersebut tampak alami dan menenangkan. “Karya ini terbaik dari yang lain, dibandingkan dengan foto lain karena ini yang paling kuat impact-nya jadi kalau orang begitu melihat foto ini langsung tertarik untuk datang ke sana,” ujarnya.

Dodi berserta tim juri, menetukan pemenang juara kedua yang menyajikan destinasi Danau Toba, karena menghadirkan kesan kedamaian dan kerinduan yang sangat kuat. Sementara petingkat ketiga sangat mewakili gambar dari Indonesia bagian timur yang secara teknis foto ini sangat bagus dengan komposisi warna-warna sangat tepat. “Capturing keindahan Indonesia timur dan foto ini memang indah serta ditangkap tepat oleh fotografer,” kataya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengapresiasi kesuksesan KICP 2017. Menurutnya fotografi dalam sejarahnya telah menyumbang pengenalan pariwisata lebih dulu ke masyarakat. “Di berbagai tempat masyarakat makin sadar untuk menjual melalui fotografi dan menggembangkan potensi wisata melalui foto lalu disebarkan di Sosial
media,” katanya.

Arief Yahya mengatakan, saat ini 10 destinasi prioritas tengah digencarkan promosinya. Dengan ajang ini, menjadi cara baru untuk berpromosi, terlebih jika hasil foto-foto nantinya bisa dipakai untuk mempromosikan 10 destinasi tersebut.

“Nantinya orang bisa pakai itu untuk promosi pariwisata sehingga kita punya bank foto yang tidak terhingga. Sampai orang bisa pakai untuk kepentingan media sosial. Kita memang haus akan karya fotografi. Kita perlu lebih banyak foto yang up to date,” paparnya. (*)