KREATIF : Homulianto memodifikasi Volkswagen Combi untuk tempat berjualan kue pukis dan terang bulan. Di Kota Malang, usaha kuliner ini sudah eksis sejak 1977.

Tak sulit untuk menemukan di mana lokasi Kue Pukis dan Terang Bulan Hollwood. Kue pukis dan terang bulan ini tidak dijajakan di toko, ruko, atau rombong pedagang kaki lima (PKL).

Hollywood menjual panganan manisnya itu di sebuah mobil Volkswagen warna kuning-biru. Homulianto, sang pemilik usaha kuliner hingga sekarang masih turun tangan sendiri untuk memasak dan menjual pukis maupun terang bulan.

Pria yang akrab disapa Aho ini mengaku mulai menjual pukis dan terang bulan pada 1975. ”Awalnya di Semarang. Baru pindah ke Malang tahun 1977,” kata dia, kemarin (10/3).

Selama berjualan di Kota Malang, Aho sempat beberapa kali pindah lokasi. Lokasi pertama ada di Pasar Besar. Kemudian pada 1978 pindah ke Pasar Senggol Jalan Majapahit.

Setahun kemudian, pada 1979, Aho pindah ke Pasar Buring. Lalu, pada 1983, dia berpindah lokasi di depan Tiara Supermarket. Hingga akhirnya, pada 1984, Aho mulai berjualan di kawasan pertokoan Jalan Merdeka Timur.

Selama beberapa tahun, Aho berjualan dengan menggunakan gerobak. Hingga kemudian ada peraturan baru yang melarang penjual gerobak masuk area parkir.

Untuk mengakali aturan itu, Aho menggunakan mobil VW Combi. Mobil itu dia dapat dari sebuah lelang yang diadakan oleh perusahaan rokok Kota Malang.

Mobil itu kemudian dia modifikasi sedemikian rupa agar bisa digunakan untuk berjualan makanan. Kebetulan, VW Combi memang memiliki kabin yang lumayan luas.

Jadilah, Aho menjual pukis dan terang bulan di mobil VW Combi. Itu dia lakukan sejak 1986. Konsekuensinya, setiap hari Aho harus membayar retribusi parkir.

Aho tidak perlu mengeluarkan biaya lain. Sewa tempat misalnya.  ”Karena saya orang lama di sini,” ungkapnya. Usaha Pukis dan Terang Bulan Hollywood bahkan sudah lebih dulu muncul sebelum pusat-pusat perbelanjaan di kawasan itu berdiri.

Kue Pukis dan Terang Bulan Hollywood bukan tiap hari. Mulai pukul 12.00 hingga 21.00. Karena masih menangani sendiri sebagian besar proses produksi, Aho memastikan bahwa cita rasa kue pukis dan terang bulan tidak berubah sejak 1977.

Pria 65 tahun ini mengaku merintis usahanya seorang diri. Kebetulan, dia memang punya keahlian dalam membuat kue. ”Saya belajar sendiri. Dari dulu jago bikin kue,” ujar pria lulusan SMP ini.

Dalam menjalankan usahanya, Aho dibantu seorang karyawan. ”Sebenarnya, sempat dibantu dua orang karyawan. Tapi kemudian yang satu mengundurkan diri dan merintis usaha kue pukis sendiri,” ujar dia. (lizya oktavia kristanti/c1/muf)