MALANG KOTA – Pelayanan jasa perhotelan yang sempat meredup saat Ramadan, berangsur-angsur membaik. Okupansi atau tingkat hunian sejumlah perhotelan di kota pendidikan ini kembali bergairah. Di Harris Hotel & Conventions Malang misalnya.

Sepanjang bulan Juli, dari jumlah 229 kamar, terjual sebanyak 194 kamar. ”Target di bulan ini telah terpenuhi, okupansi sampai 85 persen.” Kata Marketing Communication Harris Hotel & Conventions Malang Nicky Olivia, kemarin.

Nicky menjelaskan, di bulan Juli ini, penjualan kamar memberikan kontribusi besar pada pendapatan hotel. Menyusul kemudian pada fasilitas food and beverage (FnB) atau MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition).

Hal itu dikarenakan pengunjung hotel didominasi kalangan individu atau keluarga. ”Pengunjungnya jarang dari corporate (perusahaan), makanya tingkat hunian kamarnya lebih tinggi,” imbuhnya.

Biasanya, kata dia, paket MICE dan FnB banyak terjual pada saat peak season atau musim liburan. Seperti pada saat Lebaran. ”Biasanya dipakai untuk halalbihalal,” terangnya.

Namun kegiatan tersebut tidak berlangsung lama. Karena pada saat memasuki pertengahan bulan Juli, sudah mulai berkurang.

Kondisi serupa juga terjadi di Hotel Aria Gajayana. Pasca Lebaran, pengunjung hotel mulai mengalami peningkatan. General Manager Hotel Aria Gajayana Ratna Dwi Rachmawati menyebutkan, dari dari total 167 kamar, terjual 125 kamar.

Peningkatan okupansi itu, selain dari penjualan kamar, juga karena fasilitas MICE dan FnB. ”Banyak yang bikin acara, khususnya dari corporate atau perusahaan,” jelasnya. (fis/c1/yak)