YOGYAKARTA – Momen viralnya kedatangan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama ke Yogyakarta tidak mau disia-siakan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Napak tilas Obama akan dimanfaatkan PHRI dengan meluncurkan paket wisata hemat “Jogja Heboh” pada September mendatang.

“‘Jogja Heboh’ akan kembali kami luncurkan meski saat ini okupansi rata-rata hotel sudah cukup tinggi,” kata Ketua PHRI Daerah Istimewa Yogyakarta Istijab M Danunagoro, Rabu (2/8).

Istijab menjelaskan, dalam paket wisata “Jogja Heboh”, PHRI akan bekerja sama dengan Asosiasi Tour dan Travel Agen (Asita) DIY agar mendapat dukungan dari maskapai penerbangan. Maskapai penerbangan nasional yang akan dilibatkan dalam penyediaan paket wisata hemat itu di antaranya Garuda Indonesia, CityLink, Lion Air, Sriwijaya Air, Express Air, Silk Asia, dan AirAsia.

“Kami berharap September bisa kami luncurkan kembali dengan konsep lebih baik dan sudah ada yang mau bekerja sama dengan kami. Lewat paket wisata itu, hotel yang bergabung dalam perhimpunan akan menawarkan diskon hingga 60 persen dan biro perjalanan akan menawarkan paket perjalanan hemat,” papar Istijab.

Istijab mencatat ada 28 hotel berbintang di Yogyakarta yang mengikuti program “Jogja Heboh”, termasuk Hotel The Cube, Hotel Pesona Malioboro, Gallery Prawirotaman, Grand Zuri, Hotel Abadai, Hotel Tentrem, Hotel Prima, Hotel Prayogo, dan Villa Kali Opak.

Selain itu, ada Hotel Neo Awana, Hotel Hom Platinum, Hotel Nueve, Hotel Cakra Kembang, Hotel Student, Hotel Cavinton, Hotel Rosalia, Ros In, De Laxton, Hotel Jojakarta Plaza, Hotel fave Kotabaru, Hotel 101, Hotel Quin Colombo, Hotel Ruba Graha, Hotel Zest, Hotel Horison, LPP Convention, LPP Garden, serta Atrium Resort Yogyakarta.

“Okupansi hotel-hotel di Yogyakarta sejak awal Juli 2017 telah meningkat seiring dengan masa puncak kunjungan wisata. Sekarang sudah meningkat dengan okupansi tertinggi hingga 80 persen untuk hotel di ring satu,” kata Istijab.

Istijab menjelaskan, zona ring satu meliputi kawasan Malioboro. Okupansi hotel di zona ring dua yang meliputi kawasan Tugu Yogyakarta yang mencapai 70 persen dan zona ring tiga di kawasan Jalan Kaliurang yang mencapai 50 persen. “Harapannya okupansi bisa naik lagi saat libur akhir pekan,” tambah Istijab.

Tingkat hunian kamar hotel, lanjut Istijab, meningkat seiring dengan masa musim liburan bagi wisatawan dari negara-negara Uni Eropa, serta meningkatnya penyelenggaraan pertemuan, pameran dan konferensi di Yogyakarta. “Diperkirakan, kunjungan wisatawan akan meningkat hingga September 2017. Sehingga momen “Jogja Heboh” ini sudah tepat sekali,” tukas Istijab.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai, liburan mantan orang terkuat dunia Barack Obama ke Indonesia ikut membuat Yogyakarta bahagia. Kota Gudeg itu ikut terimbas angin surga. Dari hotel, kuliner, destinasi wisata, semuanya ikut ngehits lantaran tak henti-hentinya disorot media massa dan viral di dunia maya. mantan orang terkuat dunia Barack Obama ke Indonesia ikut membuat Yogyakarta bahagia. Kota Gudeg itu ikut terimbas angin surga. Dari hotel, kuliner, destinasi wisata, semuanya ikut ngehits lantaran tak henti-hentinya disorot media massa dan viral di dunia maya.

Tengok saja Hotel Tentrem di Yogyakarta dan tempat-tempat wisata yang dikunjungi Obama, namanya langsung ngehits. Banyak yang dibuat penasaran seperti apa penampakannya.

“Nama besar Barack Obama menjadi endorser yang istimewa bagi Jogjakarta dan Wonderful Indonesia. Dengan liburan Obama yang banyak diliput media internasional, ini akan memberi keuntungan tersendiri bagi pariwisata Indonesia. Jadi sudah tepat sekali PHRI memanfaatkan momen ini untuk menggenjot paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, pihaknya akan berusaha turut mempromosikan Yogyakarta. Menurutnya, keunggulan Yogyakarta selain kekuatan alamnya, yaitu dalam menyajikan wisata budaya, musik tradisional, kuliner dan wisata buatannya.

“Yogyakarta harus siap. Kedatangan wisatawan nabti jangan sampai disia-siakan. Bila perlu ajak mereka belajar gamelan, belajar tari, membatik, membuat topeng maupun nyebur ke sawah semuanya memang adanya di Yogyakarta,” kata Menpar Arief Yahya. (*)