TUMPANG – Kecamatan Tumpang termasuk wilayah di Kabupaten Malang yang kaya akan potensi wisata. Salah satunya, Pemandian Sumberingin yang berada di Dusun Sumberingin, Desa Wringinsongo. Pemandian yang telah berusia puluhan tahun itu kini masih menjadi primadona bagi warga sekitar untuk menikmati kesegaran air dari sumber tersebut.

Jika pada hari biasa pemandian ini hanya buka pada hari Minggu, maka dalam rangkaian libur Lebaran Idul Fitri, pihak pengelola membuka pemandian ini selama dua minggu berturut-turut.

”Khusus setelah Lebaran, kami memang buka setiap hari, apa lagi sampai sekarang libur sekolah juga belum berakhir,” kata Kepala Desa Wringinsongo Ulin Ni’mah.

Dalam sehari, pemandian yang dalam waktu dekat akan disulap menjadi salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) itu bisa didatangi sampai 4.000 wisatawan. Belum banyak fasilitas pendukung yang tersedia di dalamnya. Namun, harga tiket yang murah dan lokasinya yang jauh dari keramaian membuat Pemandian Sumberingin sering menjadi pilihan bagi keluarga yang tinggal di sekitar Tumpang untuk melepas penat.

Untuk masuk ke kawasan pemandian, satu orang pengunjung hanya perlu membayar Rp 10 ribu.
Selain itu, air yang digunakan untuk berenang pun berasal dari sumber yang terus mengalir. Jadi, pengunjung tidak perlu khawatir akan terkontaminasi dengan zat kimia yang biasa digunakan pada pemandian pada umumnya.

Ulin menuturkan, selain dimanfaatkan untuk tempat wisata, Pemandian Sumberingin dimanfaatkan oleh pengelola untuk menghasilkan listrik.

”Kami dapat bantuan dari pemerintah pusat. Lewat teknologi mikrohidro, pemandian ini bisa memenuhi kebutuhan listrik sendiri dan sebagian lagi kami salurkan untuk warga kurang mampu di desa kami,” jelas Ulin.

Total saat ini sudah 30 penduduk yang mendapatkan fasilitas subsidi listrik dari Pemandian Sumberingin. Dan dalam waktu satu bulan ke depan, selain untuk memenuhi kebutuhan kolam dan irigasi, air yang berasal dari sumber tersebut juga akan dialirkan untuk konsumsi rumah tangga warga sekitar.

”Prinsipnya dari masyarakat untuk masyarakat, yang mengelola kami dan yang menikmati pun juga warga sekitar. Termasuk para penjual makanan juga kami berdayakan dari masyarakat sekitar,” tukasnya.

Pewarta: Farikh Fajarwati
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Rubianto