Langit di Pantai Balekambang kemarin (11/11) dihiasi ratusan layang-layang yang dilombakan.

KABUPATEN – Langit di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, kemarin (11/11) penuh warna. Itu karena ratusan layang-layang dalam berbagai ukuran dilombakan dalam event perdana bertajuk Malang Beach Festival (MBF) yang resmi dibuka kemarin hingga Minggu mendatang (17/12).

Sementara itu, Bupati Malang Rendra Kresna juga terlihat antusias menyaksikan lomba tersebut. ”Ke depan, Festival Layang-Layang ini kalau bisa akan menjadi ikon wisata di Pantai Balekambang,” ujarnya.

Festival Layang-Layang yang diprakarsai Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Malang ini juga diikuti peserta dari Polandia hingga Singapura.

”Lewat festival ini, kita bisa mengukur kesiapan Kabupaten Malang untuk menjadi bagian dari destinasi wisata dalam lingkup nasional maupun internasional,” terang Rendra kemarin.

Melihat antusiasme peserta lomba, Rendra optimistis jika Malang Selatan barangkali memiliki pesona yang tak terbantahkan bagi wisatawan dari dalam maupun luar negeri. ”Buktinya, yang menjadi peserta bukan hanya dari Kabupaten Malang, tapi juga dari luar kota dan bahkan luar negeri,” terang Rendra.

Dia juga menuturkan jika rangkaian kegiatan Malang Beach Festival ini merupakan ajang untuk ”menjual” pariwisata yang ada di Kabupaten Malang, baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Wieslaw Gwizdala, salah satu peserta Festival Layang-Layang yang berasal dari Polandia, menyampaikan jika dia sangat senang bisa bergabung dalam festival di Pantai Balekambang.

”Ini kali pertama saya datang ke Pantai Balekambang. Sejauh ini nyaman sekali, anginnya lumayan bagus untuk bermain layang-layang,” kata Wieslaw.

Festival Layang-Layang kemarin itu merupakan kompetisi kali kedua yang pernah dia ikuti. ”Saya akan kembali lagi ke sini (Kabupaten Malang), perpaduan antara layang-layang dan Pantai Balekambang sangatlah indah,” terang pria berusia 50 tahun tersebut.

Bukan hanya dari Malang dan luar negeri, Festival Layang-Layang ini juga diikuti puluhan peserta dari luar Kabupaten Malang. Di antaranya, dari Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan lain-lainnya. Bagus Nugroho, perwakilan dari Persatuan Layang-Layang Surabaya (Perlabaya), membawa 4 koleksinya sekaligus untuk dipamerkan selama festival ini berlangsung.

Pengalaman mengikuti Festival Layang-Layang di berbagai daerah, Bagus menilai jika Pantai Balekambang merupakan salah satu spot terbaik yang pernah dia temui. ”Hanya, karena pesertanya sangat banyak, jadi ruangnya terbatas,” terang Bagus.

Hal ini berlaku bagi pemilik layang-layang yang berukuran superbesar. Namun, dari aspek cuaca dan kecepatan angin, Pantai Balekambang sangat kondusif untuk menerbangkan layang-layang.

Bukan hanya untuk menghibur, layang-layang yang ditampilkan juga diikutkan dalam lomba. Dan, layang-layang karya Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang menjadi juara pertama dan berhak membawa pulang satu unit sepeda motor matik.

”Kami pilih miniatur perahu karena menyesuaikan konteksnya dengan Malang Beach Festival yang digelar di pinggir pantai. Perahu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pariwisata di pantai,” jelas Kadiskominfo Nazarudin Hasan.

Berbagai kegiatan pun diadakan untuk memeriahkan gelaran yang dihelat sebagai rangkaian dari peringatan HUT Kabupaten Malang yang ke-1257 itu. Beberapa kegiatan yang digelar di antaranya, peresmian Jembatan Hanoman yang diprakarsai dinas cipta karya, Lomba Paduan Suara dan Menggambar (dinas pendidikan), dan Festival Layang-Layang (dinas pekerjaan umum sumber daya air). Selain itu, digelar lomba Show 3R oleh dinas lingkungan hidup dan peresmian Kafe Balekambang dari Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa.

Sementara itu, dalam event Malang Beach Festival kemarin bukan hanya Pantai Balekambang yang dieksplor keindahan alamnya, tapi juga Pantai Ungapan. Pantai Ungapan memiliki karakter yang berbeda, yakni dengan ombak yang cenderung lebih tenang jika dibandingkan pantai lainnya.

Kemarin sore, Bupati Malang Rendra Kresna menjajal beberapa permainan yang bisa dieksplor di Pantai Ungapan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Mulai dari jet ski, perahu kano, dan kayak (perahu kecil). Mengelilingi muara sungai di Pantai Ungapan, Rendra tampak sangat menikmati hobi barunya itu.

”Dari pantai-pantai yang ada di Malang Selatan, yang paling memungkinkan untuk bermain jet ski maupun kano sepertinya hanya di sini karena ombaknya cenderung tenang,” ujar Rendra. Sebab, bibir Pantai Ungapan juga menjadi hilir bagi aliran sungai. Aliran sungai inilah yang kemudian dimanfaatkan wisatawan untuk melakukan hobi olahraga air seperti jet ski, kano, kayak, berenang, hingga menyelam.

Dalam kesempatan tersebut, Rendra juga kedatangan tamu dua turis asing yang berasal dari Slovakia, yaitu Marry dan Alex. Keduanya merupakan mahasiswa pendatang asal Slovakia yang tengah mengenyam ilmu pendidikan di Jogjakarta. Dari yang awalnya berencana untuk mengunjungi Gunung Bromo, dua mahasiswa Universitas Atmajaya ini justru datang ke Pantai Balekambang untuk menyaksikan gelaran Malang Beach Festival.

alnya kami berencana ke Bromo. Ternyata, di sini ada acara yang bagus, jadi kami sempatkan berkunjung,” kata Merry.

Bersama Alex, Merry pun tak ingin kehilangan kesempatan untuk menjajal permainan di Pantai Ungapan. Didampingi langsung Bupati Malang Rendra Kresna, Merry menjajal bermain jet ski dan kano. ”Wah, keren sekali. Malang Beach Festival ini sangat bagus,” ujar mahasiswa Jurusan bahasa Indonesia itu.

Pewarta: Farik Fajarwati
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lidnawati
Foto: Rubianto