DONOMULYO – Potensi besar di Bukit Waung, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, mulai dilirik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang. Lokasi yang menjelma menjadi tempat paralayang itu bakal dikembangkan lagi.

”Kami sudah sounding dengan pihak ketiga. Tujuannya untuk menjadikan lokasi itu sebagai sentra wisata dirgantara di Kabupaten Malang,” terang Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.

Semenjak dibuka April lalu, fasilitas paralayang tersebut memang masih seadanya. Parasut yang dibuat pengelola bahkan statusnya sewa. Nah, disparbud baru-baru ini sudah berkomunikasi intensif dengan salah satu pihak ketiga. Menurut Made, orang itu adalah warga Kota Malang yang sudah bertahun-tahun menjalankan bisnis wisata di Pulau Bali.

”Orang ini sudah kami antarkan untuk bertemu dengan pihak desa. Di sana disepakati untuk support sarana dan prasarana. Seperti peralatan paralayang dan paramotor,” sambung Made.

Fasilitas lain juga tengah disiapkan. Di antaranya, speed boat dan permainan air. ”Nanti kami tata atraksi lain sehingga bisa dibentuk Desa Wisata Sumberoto,” tambahnya.

Pengembangan kawasan itu bermula dari keseriusan desa yang telah membentuk lembaga Desa Wisata Waung Jago, beberapa bulan lalu. ”Rencana jangka panjang, ada camping ground,” tambah Kepala Desa (Kades) Sumberoto Budi Utomo.

Awal mula pengembangan kawasan itu terjadi setelah pihak desa menyepakati kerja sama dengan Perhutani KPH Malang. Ada lahan 128 hektare yang diplot untuk pengembangan destinasi paralayang. Selain atraksi, kelengkapan sarana lain juga terus disiapkan. Di antaranya, pembangunan cottage yang rencananya menempati lahan 5 hektare. Pembersihan area landing paralayang pun bakal dilakukan lagi. Untuk memudahkan wisatawan, lapangan parkir, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) juga bakal disediakan.

Pewarta: Bayu Mulya
Penyunting: Neny Fitrin
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Falahi Mubarok