PONCOKUSUMO – Umumnya, kegiatan tubing hanya dilakukan dengan menyusuri sungai dengan jeram-jeram kecil. Nah, sensasi berbeda ditawarkan oleh Dam Wonorejo Adventure (DWA) River Tubing yang dijamin bakal memacu adrenalin. Sebelum menyusuri sungai, para pengunjung ditantang meluncur dari jeram dengan ketinggian hampir 10 meter.

Tentu saja butuh keberanian tinggi untuk mencoba wahana terbaru DWA River Tubing ini. Bagi mereka yang hobi dengan tantangan, jeram di Kali Amprong ini memang layak dipertimbangkan untuk dijajal.

Manajer DWA River Tubing Lailia Yuslichati menuturkan, sudah banyak pengunjung yang menikmati sensasi tubing di tempat ini. ”Kebanyakan dari Malang. Tapi kemarin ada juga yang datang dari Jawa Tengah dan Jakarta,” kata Lia, sapaan akrabnya.

Berbeda dengan wisata tubing yang lain, DWA River Tubing dikelola secara mandiri oleh pemuda Desa Wonorejo di bawah pengawasan pemerintah desa. Inisiasi tempat wisata ini pun diprakarsai sendiri oleh para pemuda desa yang ingin mengangkat potensi wisata di sekitar tempat tinggalnya.

Untuk bisa menikmati jeram-jeram menantang di DWA River Tubing juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pengunjung bisa memilih salah satu dari tiga paket yang ditawarkan. ”Kita ada harga paket mulai Rp 50 ribu, Rp 75 ribu, hingga Rp 110 ribu. Yang membedakan hanya jarak tempuhnya saja,” ujar alumnus Universitas Brawijaya itu.

Lia mengatakan, seiring dengan rencana pembangunan pusat Badan Otorita Pariwisata (BOP) yang terletak di Desa Duwet Krajan yang lokasinya tidak jauh dari Desa Wonorejo, mereka berharap bisa lebih menpromosikan DWA River Tubing. ”Harapan kami, wisatawan yang datang ke sini jadi semakin banyak,” ujar Lia.

Sebenarnya, potensi yang dimiliki jeram Wonorejo ini juga telah dilirik beberapa investor untuk dikembangkan. Namun, mereka lebih sepakat kalau DWA dikelola sendiri oleh para pemuda setempat.

Bukan hanya tubing untuk dewasa, saat ini DWA juga tengah mempersiapkan tubing kids yang diperuntukkan bagi anak-anak usia 5–10 tahun. ”Kami juga sedang siapkan paket holiday at village. Jadi, pengunjung bisa tinggal di rumah penduduk dan ikut kegiatan pertanian (edu farm) seperti petik jeruk panen sayuran,” tukasnya.

Pewarta: Farikh Fajawati
Penyunting: Ahmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono