Seruputannya Maknyus, Merasa Berjodoh dengan Mi Jumbo

Aneka macam perpaduan di mi pangsit tersebut menghasilkan rasa yang gurih. Tekstur minya lembut. Ketika diseruput, rasa sedap begitu terasa. ”Untuk yang istimewa, kita tambah ampela hati ayam biar tambah nikmat

Rata-rata pengunjungnya 300 orang saban hari. Ini hanya satu faktor saja yang bisa membuat Warung Pangsit Mie Pak Ri disebut sebagai salah satu kuliner legendaris di Kota Malang. Dengan rasa kuahnya yang sedap serta porsinya yang melimpah, pelanggan warung ini selalu punya alasan untuk kembali berkunjung ke tempat tersebut.

Warung di Jalan Simpang Wilis atau sebelah selatan Pasar Buku Wilis ini mempunyai sejarah panjang. Warung ini berdiri tahun 1990 atau 26 tahun silam. Ketika berdiri hingga 2011, warung ini berada di kantin milik Koperasi Mahasiswa (Kopma) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang, sekarang bernama Universitas Negeri Malang (UM).

Sugiari, pemilik Warung Pangsit Mie Pak Ri mengatakan, dalam kurun waktu 21 tahun tersebut, dirinya tidak pernah pindah berjualan ke tempat lain. ”Tahun 2011 saya pindah ke sini (Jalan Wilis) karena gedungnya mau dibangun,” kata pria yang kini berusia 55 tahun tersebut.

Pria yang akrab disapa Pak Ri ini mengatakan, dirinya merasa berjodoh dalam berjualan mi. Lantaran, sejak pertama kali bekerja setelah mempersunting istrinya, Legiem, dia tidak pernah bekerja lain.

Bisa jadi, menjadi penjual mi ini menjadi pekerjaan Pak Ri hingga akhir hayat. Apalagi, dia sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya itu dan tidak berniat membuka cabang di tempat lain meski warungnya selalu ramai. ”Resepnya saya belajar otodidak. Karena sebelum jualan mi ini, saya tidak pernah bekerja yang lain,” jelasnya.

Warung Pangsit Mie Pak Ri berbeda dari mi pangsit pada umumnya. Salah satu ciri yang paling mencolok adalah porsinya yang jumbo. Selain itu, mi pangsit juga dilengkapi dengan taburan daging ayam yang dicincang serta sayur yang cukup melimpah dalam setiap porsi. Tidak lupa, dua butir bakso juga disuguhkan sebagai pendamping mi.

Aneka macam perpaduan di mi pangsit tersebut menghasilkan rasa yang gurih. Tekstur minya lembut. Ketika diseruput, rasa sedap begitu terasa. ”Untuk yang istimewa, kita tambah ampela hati ayam biar tambah nikmat,” imbuhnya.

Porsi yang sangat banyak itu cocok bagi orang-orang yang sangat lapar. Apalagi harga yang dipatok untuk tiap porsinya terbilang cukup murah. Untuk satu porsi mi pangsit biasa, dibanderol dengan harga Rp 9000. Sedangkan untuk mi pangsit istimewa, dipatok harga Rp 12 ribu per porsi.

Dengan porsi yang melimpah dan harga yang cukup bersahabat di kantong itulah, maka tidak heran jika Warung Pangsit Mie Pak Ri selalu ramai setiap harinya. Rata-rata pembelinya berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, hingga karyawan.

Jika dirata-rata, pembelinya saban hari mencapai 300 orang. ”Lebih banyak sih mahasiswa. Apalagi yang sudah langganan sejak di UM,” terang laki-laki asli Bantur, Kabupaten Malang tersebut.

Bapak tiga anak itu mengatakan, meskipun dirinya sudah berpindah lokasi berjualan, namun hal itu tidak membuat para pelanggan meninggalkannya. Justru, mereka mencari keberadaan Warung Pangsit Mie Pak Ri di lokasi yang lama. ”Banyak yang bertanya pindah kemana. Tapi ya ketemu di sini,” ujarnya sambil terkekeh.

Dia mengatakan, alasan utama para pelanggan tersebut tetap loyal salah satunya karena porsi yang ditawarkan. ”Orang kalau lapar pasti pengen makanan yang mengenyangkan. Makanya saya buat porsi banyak supaya pelanggan puas,” paparnya.

Sugiai menambahkan, porsi jumbo memang sudah menjadi konsepnya dari awal. Selama 26 tahun pun dirinya tetap konsisten menjaga banyaknya porsi tersebut. Hal itu dilakukan agar para pelanggan tetap loyal datang ke warungnya. Warung Pangsit Mie Pak Ri buka mulai jam 09.00 hingga 19.00. Warung ini hanya libur pada hari Minggu.

Pewarta: Fisca Tanjung
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Darmono