SUMAWE – Destinasi wisata yang satu ini boleh jadi belum banyak dikunjungi para pencinta pantai. Pantai Teluk Asmara yang terletak di Kecamatan Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), itu baru resmi dibuka untuk umum bersamaan dengan libur Lebaran lalu. Oleh penduduk sekitar, pantai yang lokasinya tak jauh dari Pantai Gatra tersebut dijuluki Raja Ampatnya Malang Selatan.

”Belum genap satu bulan dibuka, dalam sehari kalau tidak hujan, pengunjungnya bisa sampai 400 orang,” kata Hariyanto, koordinator wisata Pantai Teluk Asmara. Sayangnya, butuh perjuangan khusus bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan miniatur Raja Ampat tersebut. Dari jalur lintas selatan (JLS), untuk menjangkau Pantai Teluk Asmara harus melewati jalan yang belum diaspal sejauh sekitar 1,8 kilometer.

Karena akses jalan belum dibuat, saat hujan atau setelahnya, baik kendaraan roda dua maupun roda empat akan kesulitan melintasi jalan. Itu karena tanahnya menjadi lengket. Saat didatangi Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin (13/7), gapura menuju lokasi wisata justru telah ditutup. Beberapa wisatawan yang datang terpaksa hanya berfoto di depan papan tulisan Teluk Asmoro.

”Karena habis hujan, akses jalannya justru membahayakan bagi wisatawan karena licin. Untuk jalan kaki pun tidak mungkin karena selain jauh, juga lengket,” tambah Hariyanto.

Hampir sama dengan pantai-pantai yang lain di kawasan pesisir Malang Selatan, untuk masuk ke kawasan Pantai Teluk Asmara, pengunjung ditarik biaya Rp 10 ribu. Karena masih baru, fasilitas yang terdapat di area pantai masih terbatas, seperti kamar mandi, musala, dan beberapa gazebo. Beberapa anak tangga pun terlihat sedang dibangun untuk mempermudah akses wisatawan yang datang.

Sebelumnya, Pantai Teluk Asmara merupakan salah satu destinasi wisata yang tengah dalam proses pengembangan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.

”Dalam waktu dekat ini, yang kami lihat paling potensial ada dua, yakni Pantai Teluk Asmara dan Modangan,” kata Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.

Bekerja sama dengan dinas terkait dan perhutani, Made menyebut, perbaikan akses menuju tempat wisata tersebut akan menjadi prioritas bagi mereka.

Pewarta; Farikh Fajarwati
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Darmono