SUMAWE – Meski sudah mendapat cap sebagai lokasi ekowisata selama tiga tahun terakhir, inovasi di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna terus digali. Tujuan utamanya tetap satu, yakni memberi edukasi dan mengajak wisatawan mendukung upaya konservasi. Dengan begitu, kelestarian kawasan CMC Tiga Warna yang meliputi Pantai Clungup, Gatra, Sapana, Mini, dan Pantai Batu Pecah, tetap terjaga.

Founder Yayasan Bhakti Alam Sendangbiru (CMC Tiga Warna) Lia Putrinda menjelaskan, kegiatan berbasis data masih terus dilakukan hingga saat ini. Oleh karena itu, semua aktivitas wisata di sana terekap semuanya. Baik angka kunjungan, jumlah mangrove yang ditanam, hingga seluruh kegiatan yang sudah diselenggarakan.

”Selama ini sudah berjalan, tapi kami akan rapikan lagi dalam wujud data. Dengan demikian, output-nya jelas bahwa dari kegiatan yang kami lakukan menghasilkan impact terukur,” ujar Lia. Salah satu program terbaru yang bakal dikembangkan di sana ialah Si Dolan, kepanjangan dari Sinau lan Dolanan.

Program pengenalan konservasi itu dirancang khusus untuk anak-anak. ”Termasuk di dalamnya juga ada sarana belajar melalui unit CMC Leadership Training Center, yakni unit yg memiliki visi memfasilitasi program training berbasis kepemimpinan,” sambungnya. Dia pun tidak memungkiri besarnya animo masyarakat untuk datang ke kawasan konservasi tersebut.

Terlebih sejak Pantai Tiga Warna beberapa kali digunakan sebagai lokasi syuting maupun penelitian oleh kelompok pencinta alam sehingga membuatnya makin dikenal. ”Dari aktivitas konservasi, muncullah bonus wisata yang kami lebih sepakat diistilahkan dengan ekowisata. Kalaupun saat ini ada kunjungan wisatawa, itu kami anggap sebagai bonus,” tegas Lia.

Peraih penghargaan 72 Ikon Prestasi dari Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) itu mengaku, pihaknya justru kewalahan jika makin banyak pengunjung yang datang. ”Kalau kunjungan banyak, kami malah bingung. Yang kami utamakan kualitas bukan kuantitas,” ujarnya. Dengan prinsip ekologi, sosial, dan ekonomi, dia menuturkan, selama ini poin-poin kelestarian alamlah yang lebih diutamakan.

Pewarta : Farikh Fajarwati
Penyunting : Bayu Mulya
Copy Editor : Indah Setyowati
Fotografer : Rubianto