Decofresh Bangun Jembatan Kaca Penghubung Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi

MALANG KOTA – Partisipasi pembangunan oleh perusahaan cat Decofresh (PT Indana Paint) di Kampung Warna-warni Jodipan dan Kampung Tridi (3D) Kesatrian terus berlanjut. Decofresh mendanai pembangunan jembatan kaca yang menghubungkan dua kampung wisata yang lagi ngetren tersebut.
Jembatan kaca itu akan membentang di atas Kali Brantas sehingga wisatawan akan lebih mudah terhubung ketika mengunjungi dua kampung tersebut. Pembangunan jembatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Malang Moch. Anton bersama Vice President PT Indana Paint Steven A. Sugiarto, Selasa (9/5) lalu.
Wali Kota Malang Moch. Anton mengungkapkan, pembangunan jembatan ini akan memudahkan kebutuhan wisatawan. Para wisatawan tidak perlu susah lagi untuk berfoto di jembatan rel kereta api. Wali Kota yang akrab dipanggil Abah Anton itu bahkan menyebut selama ini beberapa kasus kecelakaan ringan terjadi karena wisatawan kurang hati-hati saat berfoto.
”Jembatan kaca ini tak hanya mempercantik. Jembatan ini juga demi kenyamanan, kelancaran, dan untuk megurangi tingkat kecelakaan yang terjadi. Diharapkan ini menjadi contoh bagi kampung tematik lain untuk mengembangkan dan menginovasi kampungnya,” ungkapnya.
Abah Anton menambahkan, Kota Malang sangat beruntung memiliki ”pahlawan kota” seperti Steven A. Sugiarto. Pasalnya, selama ini Decofresh (PT Indana Paint) sering menghibahkan dana untuk pembangunan kampong tematik di Kota Malang. Selain Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi, Decofresh juga membangun Kampung Putih di RW 6 Kelurahan Klojen, Glintung Go Green (3G) di RW 23 Kelurahan Purwantoro, dan Kampung Hijau RW 3 Kelurahan Sukun. ”Menjembatani, mendampingi, mencarikan pihak sponsor untuk kampung-kampung di Kota Malang adalah tugas kami sebagai pemerintah kota,” kata Abah Anton.
Di sisi lain, Vice President PT Indana Paint Steven A. Sugiharto mengatakan, pembangunan jembatan kaca bernilai Rp 1,1 miliar tersebut juga sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR) seperti pembangunan kampung tematik lainnya. ”Terdekat, Kampung Putih Klojen akan kami selesaikan. Target selanjutnya, mempercantik flyover Arjosari dan flyover Kotalama,” ujarnya.
Steven berharap, adanya jembatan kaca itu menjadi ikon Kota Malang dan selalu dibanggakan masyarakat Kota Malang. Selain itu, jembatan ini dapat bermanfaat bagi wisatawan maupun masyarakat Malang yang menggunakannya.
”Komitmen kami memang ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk Kota Malang. Dan inilah wujudnya. Karena itu, kami optimistis memenuhi permintaan Abah Anton untuk menyelesaikan jembatan hingga 15 Juli agar bisa dipamerkan dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Kota Malang,” pungkas Steven.

Pewarta: Binti Nikmatur
Penyunting: Yunan Helmi