LUNPIA Semarang Hok Lay ini masih saja konsisten mempertahankan keaslian cita rasanya. Bahkan, untuk menunjang agar rasa aslinya sejak 69 tahun lalu, Lunpia Semarang Hok Lay berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan 10 ini tetap mempertahankan keaslian interiornya.

Lokasinya mudah ditemukan, karena masih berada di kawasan jantung kota. Yakni, di sekitaran Pasar Besar, Kudusan lebih tepatnya. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan kuliner yang usianya hampir menyamai kemerdekaan Indonesia ini.

Sebab, di depan lokasi rumah makan terdapat pelang papan nama dalam ukuran yang besar, ’Lunpia Semarang dan Cwi Mie Hok Lay’. Ya, depot Hok Lay merupakan salah satu ikon kuliner legendaris yang ada di Kota Malang.

Begitu masuk ke ruangan rumah makan ini, pengunjung akan dengan mudah menangkap aroma vintage heritage. Sebab, arsitektur dan aneka interior rumah makan Hok Lay masih sangat kolonial.

Hal ini terlihat mulai dari lantai yang masih menggunakan ubin kuning khas rumah zaman dahulu, kursi-kursi yang merupakan dominasi antara penjalin dan kayu jati yang masih dipelitur apik.

 

 

Sekat antarkursi yang merupakan kombinasi antara kain kelambu bercorak cokelat dengan sketsel dari kayu jati dengan tinggi sekitar 1 meter. Benar-benar khas suasana rumah makan zaman dulu. Berbagai macam minuman dan sirup dengan menggunakan merek dan nuansa bahasa Belanda ini masih tersusun rapi di enam meja saji yang ada di gerai Hok Lay.

Gerai Lunpia Semarang Hok Lay ini didirikan pertama kali oleh (alm) Tio Hoo Poo dan dikelola olehnya hingga tahun 1959. Pada tahun 1959 hingga 1998 dikelola oleh anak Tio Hoo Poo atau penerus generasi kedua Goentarom Surjawidjaja.

Dan sejak 1998 hingga sekarang dikelola oleh cucu dari Tio Hoo Poo atau penerus generasi ketiga, Budiman Suryawidjaja (54). Seperti dikisahkan oleh Budiman, kakeknya mendirikan usaha kuliner legendaris ini terinspirasi dengan lumpia Semarang yang saat itu masih belum ada di Kota Malang. Lantaran tidak ada orang yang menjualnya.

Akhirnya karena pertimbangan tidak adanya yang menjual panganan berbahan dasar rebung itu, pada tahun 1946, Tio Hoo Poo mendirikan usaha kuliner ini bersama dengan sang istri, Nyonya Tio Hoo Poo.(ika/c2/lia)