Destinasi wisata Gua Selarong, merupakan destinasi wisata edukasi

Berbeda dengan objek-objek wisata lainnya, Gua yang berada di Guwosari, Pajangan, Bantul, lebih sering dikunjungi para pelajar dalam rombongan besar. “Maklum, ini bukan objek wisata seperti yang lainnya. Pengunjung lebih cenderung anak sekolah. Kalaupun umum, hari biasa tak lebih dari 20 orang,” kata Kuswanto, Koordinator Juru Pelihara Gua Selarong, Kamis (12/10).

Gua Selarong digunakan oleh Pangeran Diponegoro pada 1825 hingga 1830 untuk tempat persinggahan dan menyusun strategi perang bersama pasukkan melawan Belanda. “Pangeran Diponegoro kental (masih ada hubungan darah) dengan Keraton Jogjakarta. Dirinya harus melakukan persinggahan ke Selarong dari Tegalrejo (Jogjakarta),” katanya.

Selama tinggal di Selarong, Diponegoro selain menyusun strategi perang juga berdakwah mengenai ajaran agama Islam. Terlihat dari tinggalannya, seperti adanya tempat wudhu, sendhang, serta tempat tidurnya pisah dengan pendamping (istri/selir). “Beliau mengasah ilmu di sini,” tuturnya.

Saat berada di Selarong, musuhnya pun tak bisa menembus benteng pertahanan yang telah dibuatnya bersama pengikutnya. Hingga pada akhirnya, ia diundang untuk melakukan suatu perjanjian. “Beliau istilahnya dipancing,” kata pria yang juga staf  Dinas Pariwisata Bantul ini.

Dari segelintir sejarah perjalanan itulah, kebanyakan anak-anak sekolah yang berkunjung mendapati pembelajaran bagaimana begitu teguhnya sosok Diponegoro melawan penjajah. “Gua Selarong, gua yang bukan untuk mencari pengasihan (jimat). Tapi lebih ke pembelajaran kepada anak sekolah,” ucapnya.

Caption foto:
Kompleks Gua Selarong, di Bantul, Jogjakarta. (ridho hidayat/Jawapos.com)


(dho/JPC)

Source link