Lokasinya yang berdempetan dengan rumah Wali Kota Malang Moch. Anton, Soto Kambing Joyogrand ini juga sering dinikmati oleh orang nomor satu di Kota Malang itu.

”Pak wali kota malah sering makan di sini sebelum jadi wali kota. Saat sudah jadi wali kota, sekali kalau tidak salah,” kata Niatin, pemilik warung ini.

Bahkan, karena warung ini berdempetan, ada tempat khusus untuk memesan atau mengantar soto kambing. Tempat itu adalah lobang kecil berukuran 40 x 30 centimeter. ”Jadi, kadang yang pesen lewat lubang ini,” kata dia sambil tertawa.

Ramainya Soto Kambing Joyogrand, selain karena enak, juga murah. Soto dengan lontong atau nasi harganya Rp 9.000. Untuk minumannya, warung ini menyediakan teh hangat dengan harga Rp 1.000. ”Kalau seperti hati, paru-paru, dan babat, itu lima rubuan,” kata dia.

Karena itulah, mulai dari orang biasa, mahasiswa, sampai pejabat, senang saat menyantap soto olahan Bukhari dan Niatin. ”Ya, harganya itu sudah lama,” ujar Niatin sambil tertawa.

Salah satu pelanggan, Kasan, 55, warga Desa Ngasri, Kecamatan Dau, mengaku hampir seminggu sekali datang ke Soto Kambing Joyogrand. ”Rasanya itu memang enak. Saya sudah beli di sini sejak dulu,” kata dia. Kasan menyebutkan, kadang dia datang bersama keluarga, kadang pula dengan teman-temannya.

Menurutnya, memang banyak soto kambing di sekitar tempat tinggalnya. Namun, Kasan lebih memilih Soto Kambing Joyogrand. ”Yang pertama, karena rasanya, enak, gurih, dan tidak membuat bosan,” ujarnya.

Lebih enak lagi itu, lanjut Kasan, ketika ditambah hati atau paru-paru goreng. Warung ini memang menyediakan menu tambahan seperti hati, paru-paru, dan babat goreng. ”Rasanya tambah enak lagi. Karena itu tidak bosan kalau ke sini,” pungkasnya.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono