JawaPos.com-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bakal mengembangkan 2000 desa untuk menjadi desa wisata mandiri. Upaya ini juga merupakan target dari Kemenpar pada tahun 2019 mendatang.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Perdesaan dan Perkotaan Kemenpar, Vitria Ariani usai mengikuti seminar bertajuk “Menuju Pariwisata Desa Yang Berkelanjutan” menjelaskan, di Indonesia terdapat 75 ribu desa. “Dari jumlah tersebut kita menargetkan untuk mengembangkan 10 persennya atau sekitar 2000 desa untuk menjadi desa wisata mandiri,” terang Vitria kepada wartawan saat di Sunan Hotel, Solo, Rabu (18/10).

Vitria menambahkan, target ini sangat mungkin tercapai mengingat desa-desa yang ada di Indonesia memiliki berbagai potensi yang bisa dikembangkan. “Untuk mengembangkannya, digitalisasi menjadi poin yang penting,” katanya.

Pembangunan desa menjadi sebuah desa wisata ini tidak hanya dengan pengembangan destinasi wisatanya saja. Tetapi ada hal lain yang juga tidak kalah penting, yakni pengembangan sumber daya manusia (SDM) sesuai bidangnya masing-masing.

Vitria mencontohkan, ada beberapa desa yang sudah menjadi pilot project, seperti Desa Penglipuran, Banjar Penglipuran, Kecamatan Bangli, Bali.
“Desa ini menjadi salah satu dari tiga desa terbersih di dunia. Ada juga Desa Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang punya orang-orang potensial yang bisa mengembangkan desanya,” tandas Vitria.

Source link