Menurut Kepala Desa Ambarketawang Sunaryanto, makna acara itu lebih pada menjalin silaturahmi masyarakatnya. ”Pengorbanan masyarakat untuk partisipasinya dalam menjalankan tradisi,” kata Sunaryanto kepada JawaPos.com saat acara.

Prosesi upacara adat itu menghabiskan dana sekitar Rp 70 juta. Semua itu, menurut Sunaryanto, bukan bantuan pemerintah. Melainkan dari kesadaran masyarakatnya. ”Ini swadaya murni dari masyarakat,” tutur Sunaryanto.

Upacara adat Bekakak, di Ambarketawang, Gamping, Sleman yang selalu ramai penonton.
(Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Bekakak, tontonan rakyat yang digelar setiap tahun, merupakan upacara untuk mengenang dipindahkannya Keraton Yogyakarta di Ambarketawang menuju ke tempat yang ada saat ini. Lokasi Keraton kala zaman Sultan Hamengku Buwono Iberada di daerah Gunung Gamping, Ambarketawang pada 1755-1766.

Sunaryanto menjelaskan, peserta kirab sebanyak 41 rombongan warga setempat dan dari masyarakat luar Ambarketawang. Dari setiap ogoh-ogoh maupun boneka bekakaknya yang dikirab sepanjang lima kilometer itu memiliki arti masing-masing.

Dua boneka bekakak dengan ukuran tinggi sekitar 50 sentimeter dibuat dari beras ketan. Di dalam boneka diisi air juruh (gula merah). Hal itu menggambarkan abdi dalem Keraton, Kyai Wirasuta dan Nyai Wirasuta.

Dua abdi dalem itu, memilih untuk tinggal di Keraton yang lama setelah dipindahkan. Mereka berdua menjadi korban ketika Gunung Gamping terjadi longsoran. ”Beserta hewan klangenannya (kesayangannya), landak, merpati dan burung puyuh,” rinci Sunaryanto.

Dari cerita masyarakat setempat, setiap Sapar tanggal 15 diperingati upacara bekakak. ”Kedua patung bekakak itu disembelih di dekat Gunung Gambing,” lanjut Sunaryanto.

Salah satu warga dari Godean, Sleman, Ami, 43, mengungkapkan, kirab budaya seperti itu merupakan hiburan buat masyatakat. ”Ini tontonan rakyat,” kata dengan semringah.

Meski digelar setiap tahun, tetap saja selalu memikat bagi masyarakat untuk dilihat. Saking banyaknya penonton, arus kendaraan di jalan utama Yogyakarta-Wates harus dialihkan oleh petugas.


(dho/JPC)

Source link