Malang Sejuta Kopi, Hidupkan Kebanggaan pada Kopi Lokal

MALANG KOTA – Gerakan pelestarian kopi di Kota Malang mulai berkembang dengan terbentuknya Komunitas Malang Sejuta Kopi. Komunitas yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang, Moch Anton, pada 1 April 2017 ini mampu menjaring 27 kedai, produsen, bahkan petani kopi.

Kedai-kedai kopi yang diajak kerjasama oleh komunitas ini diantaranya Java Dancer, Kopi O, dan Nasional Kopi. Jenis kegiatannya merupakan edukasi kopi ke masyarakat umum, seperti yang diadakan Senin sore (12/6) ini di Rumah Kreatif BUMN di Jalan Raya Langsep 2B.

“Edukasi kopi kami seputar bagaimana memilih kopi dan mengonsumsi kopi dengan benar, seperti jangan mencampur gula dengan kopi,” ujar salah satu penggagas gerakan ini, Budiarto.

Selain itu, jenis kopi yang akan diedukasi ke masyarakat sendiri adalah kopi lokal seperti robusta dan arabika. Di Malang sendiri ada 1500 kelompok tani,tiap kelompok tani ada 20-25 petani. Kelompok-kelompok tersebut tersebar dari desa dan dusun yang menciptakan jenis kopi yang tidak sama.

“Jadi perbedaan inilah yang ingin kami angkat sehingga Kota Malang dapat menjadi destinasi wisata kopi,” tambah pria berambut pirang ini.



Adapun kegiatan terdekat untuk bulan ini adalah pemberian edukasi kopi untuk tamu luar daerah, yaitu NTT. Kegiatan ini langsung didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispudpar) Kota Malang dan Badan Pembinaaan Pariwisata Daerah (BBPD).

Jadi, bagaimana teman-teman tertarik kan untuk mengenal lebih jauh tentang kopi Malang?

Pewarta: Firda Febriana
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Firda Febriana