Ketua PPI München Jerman Zulfikar Adlan Nadzir mengatakan, selama Oktoberfest berlangsung biasanya ada kios-kios yang menjual snack ringan, kue, boneka, souvenir, dan pakaian khas tradisional Bavaria.

’’Harganya bervariasi dari puluhan hingga ratusan Euro. Festival yang lamanya dua minggu ini punya tema tiap harinya. Bergantung hari, pengunjung bisa dapat korting harga, konser, perarakan, atraksi,’’ paparnya.

TRAVELLING: Mahasiswa Indonesia yang berada di Jerman berpose bersama saat mengunjungi Oktoberfest.
(PPI München for JawaPos.com)

Nah biasanya, semuanya memang mengandung bir sewaktu Oktoberfest. Tetapi, pengunjung juga bisa memesan minuman non-alkohol di setiap tenda seperti softdrink, jus, dan lainnya. Jadi, kalau pergi ke Oktoberfest, tidak berart harus pulang dalam keadaan mabuk.

Zulfikar mengatakan, bila ingin mengunjungi Jerman saat Oktoberfest, salah satu kota yang menjadi jujukan biasanya adalah München.

Karena Munich adalah salah satu kota besar di Jerman dan juga jadi tujuan banyak turis, transportasi menuju ke Munich sangat gampang. Pertama, bagi yang berasal dari luar Jerman atau luar Eropa, pakai pesawat adalah solusinya.

Via laman pencari tiket termurah ke Munich bisa langsung kalian genggam. Kedua, bagi yang berasal dari dalam Jerman atau negara dekat Jerman seperti Austria, Italia, Ceko, Polandia, Swiss dan sekitarnya, bis dan kereta bisa jadi pilihan.

Terakhir, sebuah moda transportasi yang jarang dilirik ataupun diketahui kawan di luar Jerman, mitfahren (nebeng). Melalui laman blablacar.de kita bisa menemukan orang yang menuju ke Munich pada tanggal tertentu dengan tarif tertentu lalu tinggal kontak orang tersebut untuk nebeng.

Opsi ini akan sangat baik untuk kalian yang ingin merasakan sensasi lewat Autobahn tanpa batas kecepatan dan kesempatan ngobrol langsung dengan orang lokal, walau kebanyakan harus berbahasa Jerman. Setelah sampai Munich, bingung mau tinggal di mana?

Ada hostel maupun hotel bertebaran di Munich, mulai dari kelas melati sampai bintang lima semua ada sesuai budget. Sedangkan untuk restaurant. Banyak restoran dengan berbagai jenis masakan serta harga di Munich, sesuai dengan selera kalian.

Mau makanan khas Bavaria lengkap dengan birnya? Kunjungi Lowenbräukeller di Stiglmaierplatz. Mau makanan halal? Kunjungi Antep Sofrasi atau Sara Restaurant di sekitaran Hauptbahnhof. ’’Sayang Munich tidak punya kebab yang bisa dibanggakan seperti Berlin, tapi kami punya Currywurst halal di PommesFreunde, tersedia di Karlsplatz dan Pasing, cukup bilang saja mau Wurst halal, mereka pasti mengerti,’’ ungkap Zulfikar. (*)


(ina/JPC)

Source link