Para wisatawan tersebut dibawa ke ke Huta Siallagan di Pulau Samosir. Disana para wisatawan disuguhi pemadangan indah Danau Toba dari kapal feri dalam perjalanan dari Parapat ke Pulau Samosir. Setibanya di Samosir para wisatawan mengikuti serangkaian kegiatan dengan mendatangi tempat wisata tradisional yang ada di Pulau Samosir seperti, makam Raja Sidabutar, dan patung Sigale-gale.”Hampir semua wisatawan suka menor tor,” ungkap Arie.

Arie menjelaskan, paket wisata itu dimulai pada tanggal 28 Oktober 2017 lalu bertepatan dengan peresmian Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional. Ditandai dengan mendaratnya pesawat Bombardir CRJ 1000 dari Bandara Changi Singapura yang mengangkut 96 orang penumpang. Para wisatawan tersebut disambut oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya, dan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

“Tanggapannya bagus, mereka sangat senang saat mendatangi sejumlah tempat seperti saat berkunjung ke tempat pembuatan Gorga (ukiran khas Batak) di Taman Eden 100,” papar Arie.

Menurutnya, berdasarkan komentar dari para wisatawan, dari dua jenis paket wisata 3 hari 2 malam dan 4 hari 3 malam wisatwan lebih memilih paket kedua. “Paket 4 hari 3 malam lebih disukai karena yang 3 hari 2 malam terlalu singkat,” tandasnya.


(bew/JPC)

Source link