Salah satu reptil, kadal salak dari Sulawesi, baru saja masuk daftar koleksi Predator Fun Park, Desa Tlekung, Kecamatan Bumiaji, kemarin (17/3).

KOTA BATU – Wisatawan yang berlibur di Predator Fun Park bertepatan dengan Hari Raya Nyepi kemarin (17/3) mendapat kesempatan cukup istimewa. Sebab, taman wisata yang berisi hewan predator itu memiliki koleksi baru. Yakni, beberapa gecko atau sejenis kadal yang mempunyai warna unik dan menarik. Ada enam jenis gecko dan beberapa kadal baru yang mengisi taman dengan konsep penangkaran yang ada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, tersebut.

Staff Markerting Predator Fun Park M. Wafi menjelaskan, hampir satu bulan enam jenis gecko itu menghuni taman ini. Jenis-jenis itu antara lain Gecko Bell Patty Het Radar, Bell Bold Stripe, Hit Gecko PH Tremper, Eclipse Hterm Raptor, Bell PH Eclipse RS Links, dan Gecko Radar.

”Ada juga kadal salak dari Sulawesi,” kata dia saat ditemui kemarin.

Dia menyampaikan, berbagai hewan yang menggemaskan itu diimpor dari berbagai negara. ”Ada yang dari Mesir. Namun ada juga yang asli Indonesia,” kata Wafi.

Dari berbagai jenis pendatang baru itu, yang cukup menarik perhatian adalah kadal salak. Kadal tersebut mempunyai sisik seperti buah salak. Dari informasi seorang keeper atau penjaga, kadal ini tidak bertelur sebagaimana kadal biasanya. Namun melahirkan. Satwa unik lainnya adalah Soa Payung atau jenis kadal yang bisa mempunyai tengger di leher.

”Ini kalau marah atau untuk menakuti lawan, tenggernya akan mengembang,” kata dia sambil memegang satwa itu.

Hewan unik itu, lanjutnya, juga berasal dari Indonesia, tepatnya dari hutan Papua. Kedatangan hewan-hewan itu pun menambah koleksi Predator Fun Park yang kini sudah memiliki kurang lebih 90 buaya, 13 jenis ular, dan berbagai ikan pemangsa.

”Tujuan kami datangkan satwa ini karena untuk menambah koleksi,” terang Wafi.

Karena berbagai koleksi yang beragam itu, jumlah kunjungan yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi juga bertambah. ”Bertambah 10 persen daripada weekend biasanya,” kata dia.

Biasanya, jumlah kunjungan bisa lebih dari 500 orang. Saat Senin dan Selasa lalu, pengunjung yang datang lebih dari 1.000 orang. ”Tidak pasti (berapa jumlah pengunjung setiap harinya). Namun sekarang naik,” kata Wafi.

Kedatangan satwa-satwa baru ini diharapkan juga bisa mengedukasi pengunjung.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Aris Syaiful
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono