Food Playground adalah sebuah sekolah memasak di China Town yang mengajarkan para pendatang, penjelajah hingga orang-orang asing untuk belajar tentang masakan tradisional Singapura. Sekolah memasak ini sudah dibangun sejak 2012. Food Playground juga mengajarkan serunya membangun kerja sama untuk memperkenalkan masakan warisan leluhur.

Para peserta diajak bermain terlebih dahulu berkeliling China Town sebelum memasak masakan warisan leluhur. Beberapa masakan yang diajarkan di antaranya Laksa Singapura, Spring Roll, dan Kue Dadar. Ketiganya sudah jarang diketahui para generasi muda saat ini, apalagi cara memasaknya.

Salah satu contoh masakan leluhur di Singapura
(Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Laksa Singapura berbeda, memiliki cita rasa dengan bumbu khas rempah dan daun-daunan di negara tersebut. Terdiri dari meehon, udang, dan fish cake bisa membuat lidah bergoyang. Kemudian Spring Roll mirip dengan rasa lumpia di Indonesia, sedangkan kue dadar, memiliki isian kelapa dan gula kawa, makanan ini juga ada di Indonesia sebagai warisan nenek moyang.

“Kami memberdayakan ibu rumah tangga, memberdayakan mereka untuk berbagi gairah kuliner dengan pengunjung ke Singapura melalui kelas memasak dan kegiatan pengembangan team building di dapur,” jelas Pendiri Food Playground Daniel Tan kepada JawaPos.com.

Kelas memasak ini menawarkan pengalaman budaya bagi pelancong dan ekspatriat untuk belajar lebih banyak tentang warisan makanan Singapura. Sementara untuk memasaknya dibutuhkan kekompakan tim agar bisa menghasilkan masakan lezat bertema Asia. Food Playground adalah satu-satunya sekolah memasak di Singapura yang diberi penghargaan ‘Singapore Service Excellence Medallion’ pada 2015. Singapore Service Excellence Medallion ini sebuah penghargaan nasional untuk mencapai tingkat pencapaian tertinggi untuk layanan di Singapura.

“Kami menciptakan misi sosial-budaya. Inspirasi berasal dari perjalanan petualangan saya melintasi Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Dia belajar cara memasak masakan Thailand, Vietnam, Kamboja, dan berbagai masakan Amerika Latin selama perjalanannya,” katanya.

Daniel menemukan cara bahwa kelas memasak bisa membangkitkan budaya warisan leluhur dipertahankan sambil mencicipi warisan lokal. Karirnya mendirikan maskapai penerbangan murah Valuair, kemudian menjadi manajer maskapai penerbangan di Thailand dan membantu Ascott meluncurkan kediaman Citadines pertama di Asia. Daniel kemudian bergabung dengan Pan Pacific Hotels Group. Daniel lulus dengan Executive MBA di University of Chicago Booth School of Business.


(ika/ce1/JPC)

Source link