“Kita di Taman Pintar ini, menampilkan pengetahuan tentang muatan lokal. Zona kerajinan, Indonesiaku, kesultanan. Selebihnya, ilmu pengetahuan alam dengan berbagai tampilan teknologi,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar, Afia Rosdiana, Sabtu (4/11).

Di dalamnya terdapat berbagai wahana sains untuk memanjakan para pengunjung. Seperti wahana ilmu pengetahuan dan sains.

Kemudian, ada wahana pertunjukkan yang terdapat planetarium, sains teater dan teater empat dimensi. “Ada juga wahana untuk kreativitas anak. Berupa kampung kerajinan, anak bisa membatik dan melukis,” tuturnya.

Taman Pintar yang berdiri sejak 2008 silam ini memang ditargetkan kedepannya bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Yogyakarta. Selain sebagai media untuk menambah pengetahuan, lanjut Afia, juga secara rutin diadakan berbagai program.

“Untuk meningkatkan motivasi, khususnya kepada pelajar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Contohnya kontes robot dan roket air,” ucapnya.

Untuk bisa menjelajahinya, anak-anak dikenai biaya sebesar Rp 12 ribu. Sementara, pengunjung dewasa membayar Rp 20 ribu. “Satu tahunnya rata-rata kunjungan sebanyak satu juta. Itu dihitung pengunjung yang masuk ke gedung utama. Kalau hanya di play ground, gratis,” katanya.


(dho/JPC)

Source link